Tampilkan postingan dengan label Ibrah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibrah. Tampilkan semua postingan

14 Januari 2011

Foto Pilihan

Ini adalah foto pemenang Pulitzer Prize diambil oleh Kevin Carter tahun 1994 selama kelaparan di Sudan. Gambar ini menggambarkan seorang anak yang sedang kelaparan hampir mati dan berusaha merangkak mendekati Camp makanan PBB yg berjarak 1 kilometer. Sementara itu, di dekatnya ada burung nasar yang siap memangsanya begitu anak kecil itu mati. Gambar itu mengejutkan seluruh dunia. Tak seorang pun tahu apa yang terjadi pada anak ini. Carter meninggalkan anak ini segera setelah dia mengambil foto. Carter berhasil memenangkan US$ 10.000 untuk photo tersebut. Tiga bulan kemudian dia bunuh diri karena mengalami depresi. Mungkin dia menyesal kenapa dia tidak menolong anak itu supaya tetap hidup.  pelajaran penting dari Foto ini adalah :  "JANGAN MENUNDA AMAL BAIK...!!!!"

Garam


Seorang anak benama Rafi, mengeluh kepada ayahnya yang sedang makan di ruang makan, “Ayah, guruku tidak adil, masak si Budi kok yang ditunjuk jadi ketua kelas. Padahal aku adalah anak yang terpintar di kelas, aku juga sering membantu Pak guru. Padahal aku yakin akan menjadi ketua kelas.” keluh Rafi sambil cemberut.

”Begitu ya?” tanya sang ayah, sambil menyelesaikan makannya. ”Rafi anakku, lihatlah sup buatan Ibumu ini, menurutmu apa yang membuat sup ini enak?” tanya ayah.

”Hm....pastinya karena banyak sayurnya, ada dagingnya juga, juga penampilannya yang menggugah selera.” jawab sang anak.

”Jawabanmu benar Rafi, akan tetapi itu bukan faktor yang paling utama yang menjadikan sup ini menjadi enak.” kata ayah.

”lalu apa Ayah?” tanya Rafi penasaran.

”Garam! Tanpa adanya garam semua sayuran, daging, kuah akan terasa hambar. Lalu apakah engkau melihat wujud garam dalam sup ini?” tanya ayah lagi.

”Ya nggak dong Ayah, kan sudah larut dalap sup itu” jawab Rafi.

”Kamu benar, garam dalam sup ini tidak terlihat sama sekali, akan tetapi semua orang mengakui akan keberadaan, dan kemanfaatan dalam sup ini, bahkan di semua masakan, tanpa harus terlihat.” kata ayah sambil menatap mata Rafi.

”Begitu juga dalam kehidupan ini Rafi, kita tidak harus tampak, menonjol, populer di depan banyak orang, akan tetapi yang paling utama adalah ketulusan kita dalam berbuat, beramal, membantu. Jadi, menjadi ketua kelas bukanlah faktor utama, walaupun itu juga bermanfaat, akan tetapi ketulusan hatimu dalam berbuat amal itu yang akan diakui dan dikenang selamanya di hati teman-temanmu.
Maka jadilah engkau seperti garam.”

"dikutip dari pesan sahabat"

12 Januari 2011

Wahn

Nabi bersabda, "Kelak, umat-umat lain akan mengerumuni kalian, bagaikan orang-orang yang lapar mengerumuni hidangan mereka..." Salah seorang bertanya, "Apakah karena jumlah kita sedikit?" Nabi menjawab, "Tidak, pada saat itu, jumlah kalian banyak tetapi kalian seperti buih di tengah lautan, Allah akan menghilangkan rasa takut dari hati musuh kalian, dan Allah akan mencampakkan wahn dalam hati kalian." Salah seorang bertanya, "Apakah wahn itu, ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Mencintai kehidupan, dan membenci akan kematian."  (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

15 Februari 2010

The Seven Powers

Sebagaimana Stephen Covey memperkenalkan teori 7 habits dan sekarang sudah menjadi 8 habits, sebenarnya kita bisa menggali nilai-nilai islam secara mendalam untuk menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa. Kekuatan ini haruslah menjadi kesatuan dalam hidup baik untuk diri sendiri, keluarga, dan organisasi.

Setidaknya ada 7 powers (kekuatan) yang akan diterangkan dalam artikel ini, yaitu sebagai berikut:

1. Quwwatul Aqidah (Kekuatan Aqidah)

Aqidah merupakan sumber energi. Dakwah yang pertama kali dilakukannya oleh nabi Muhammad saw adalah pembinaan aqidah. Nabi belum mengajarkan sholat, zakat, dan ibadah lainnya sebelum memperkuat fondasi aqidah terlebih dahulu. Kenapa harus di sebut sebagai quwwatul atau kekuatan? jawabannya karena aqidah pada kenyataannya bersifat floating atau turun naik, sehingga kita memerlukan kekuatan yang sangat kokoh seperti halnya Bilal bin Rabah. Bilal mengalami siksaan yang sangat berat, namun ia tidak merelakan keimanannya terhadap kafir quraisy karena telah memiliki aqidah yang sangat kokoh.

Nabi berkata, “Orang tidak akan mencuri, kalau pada saat mencuri ada iman”. Artinya kalau aqidah sudah tertanam dengan kuat, meskipun ada peluang mencuri seseorang tidak akan jadi mencuri. Lebih jauh lagi, aqidah yang baik akan menghasilkan sikap positif lainnya misalnya amanah, jujur, ramah, dan lain sebagainya. Prinsip aqidah, segala perbuatan yang dilakukan bukan hanya bertanggungjawab pada manusia tapi juga kepada Alloh swt.

2. Quwwatul Ilmu (Kekuatan Ilmu)

Kalau kita ingin maju baik dalam usaha, karir, ataupun hal lainnya, maka mau tak mau harus dengan ilmu. Nabi bersabda, “Barang siapa yang menghendaki dunia dengan baik maka harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menghendaki akhirat dengan baik maka harus pula dengan ilmu”.

Kalau saat ini umat islam bangga dengan jumlah atau populasinya itu sah-sah saja, namun kalau bicara mengenai quwwatul ilmu, kita harus jujur bahwa umat islam masih kalah dibandingkan dengan non muslim. Saudi Arabia yang dilimpahi kekayaan minyak yang luar biasa, teknologi pengelolaan minyaknya masih dikuasai Amerika, begitu pula arsitektur mesjid Medinah ditangani oleh orang Prancis.

3. Quwwatul Ibadah (Kekuatan Ibadah)

Sebagai seorang muslim kita sepakat, bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Alloh swt. Ibadah memiliki dimensi yang sangat luas, salah satu kriterianya adalah sebuah kegiatan yang kalau dilakukan akan memberikan manfaat bagi diri dan orang lain, perbuatannya sesuai aturan, dan diikat dengan hati yang ikhlas mengharap ridlo Alloh swt.

4. Quwwatul Akhlaq (Kekuatan Akhlaq)

Kaum kafir quraisy yang belum islam (kafir) bahkan memusuhi islam, akhirnya tertarik masuk islam karena keluhuran akhlaq nabi muhammad saw dalam berdakwah. Nabi tidak pernah berbohong, berkhianat dan sikap buruk lainnya. Pada hakikatnya, misi utama nabi muhammad adalah untuk menyempurnakan akhlaq umat manusia.

Contoh sederhana akhlaq mulia ialah menempati janji, berkata tidak dusta, berkata menyenangkan orang lain walaupun dalam mengajak kebaikan dan melarang kemunkaran. Islam sesungguhnya amatlah cantik, indah dan sesuai fitrah manusia seandainya diimplementasikan secara menyeluruh.

5. Quwwatul Istishod (Kekuatan Ekonomi)

Mengembangkan dakwah haruslah ditopang oleh perekonomian yang kuat. Karena bagaimanapun juga setiap aktivitas dakwah memerlukan sarana atau sumber dana. Umat islam dituntut memiliki kekuatan ekonomi, kalaupun harus belajar ke china maka lakukanlah. Sebagaimana sabda nabi, “Carilah ilmu, walaupun ke negeri China”

6. Quwwatus Siyasiyah (Kekuatan Politik atau Bernegara)

Berpolitik haruslah kuat, kewenangan-kewenangan dalam bernegara haruslah dipegang oleh orang islam yang memiliki akiqah yang bagus agar memberikan kontribusi positif terhadap islam. Contoh yang paling konkrit, kenapa mushola di mall letaknya di ground dengan fasilitas yang kurang memadai? Itu karena yang memiliki wewenang di mall bukanlah orang islam tapi orang non islam.

7. Quwwatul Ijtimaiyah (Kekuatan Berkelompok)

Perlu kekuatan berkelompok dalam hal sosial dan kemasyarakatan, sehingga bisa saling memperbaiki hubungan antar sesama muslim dan bahu membahu berjuang menjalankan dakwah islam misalnya memperbaiki fasilitas pendidikan, ketrampilan umat, dan lain sebagainya.

http://www.nasehatislam.com

10 Wasiat Rasulullah

Ada 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah. Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:

1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan, dan meningkatkan derajat wanita itu.

2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah.

3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.

8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.

Begitu indah menjadi wanita, dengan kelembutan dan kasihnya dapat merubah dunia
Jadilah diri-dirimu menjadi wanita sholehah, agar negeri menjadi indah, karena dirimu adalah tiang negeri ini

20 Desember 2009

Dialog Antara Rasulullah Dengan Iblis

Pada suatu saat Rasulullah SAW bertanya kepada Iblis, ” Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, coba ceritakan kepadaku, siapa yang paling engkau benci ?”

Iblis menjawab dengan jujur, ” Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aq benci dan kemudian orang2 yang mengikuti agamamu.”

” Lalu, siapa lagi yang paling kau benci ?” tanya Rasulullah SAW.
” Seorang pemuda yang bertakwa, yang mencurahkan dirinya hanya kepada Allah SWT.” Jawab Iblis.
” Lalu, orang alim yang wara (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar. Lalu, orang yang senantiasa menjaga kesucian dari 3 kotoran (Hadast besar, kecil, dan najis).”
” Siapa lagi ?” tanya Rasulullah SAW.

” Orang Fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya,” jawab iblis.
” Dari mana engkau tahu kalau ia bersabar ?”


” Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama 3 hari, maka Allah SWT tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang2 yang bersabar.” jawab Iblis.
” Siapa lagi yang engkau benci ?”
” Orang kaya yang bersyukur.”

” Lalu apa yang bisa memberitahumu bahwa ia bersyukur ?”
” Bila saya melihatnya mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya.”
” Bagaimana kondisimu apabila umatku menjalankan sholat ?” tanya Rasulullah SAW.
” Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar,” jawab Iblis.

” Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah SWT, maka Allah akan mengangkatnya satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali.

Apabila mereka menunaikan manasik Haji, maka saya jadi gila. Apabila mereka membaca Al Qur’an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila mereka bersedekah maka seakan2 orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu membelahku menjadi dua.”

” Mengapa ?”

” Sebab dengan sedekah itu, Allah SWT akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan dia disenangi di kalangan makhluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah SWT akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit.”

” Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan umatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan,” tutur Rasulullah SAW.

” Tidak mungkin ! Di mana umatmu bisa bahagia sementara aq senantiasa hidup dan tidak mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap umatmu, sementara aq bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang telah menciptakanku dan telah menunda kamatianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (kiamat), sungguh aq akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca Qur’an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba2 Allah SWT yang mukhlis (murni).” jawab Iblis.

Kemudian Rasulullah SAW meneruskan pertanyaannya, ” Wahai makhluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu ?”

” Orang2 yang suka makan riba.” jawab Iblis lagi.
” Siapa teman dekatmu ?” tanya Rasulullah SAW.
” Orang yang berzina.”
” Siapa teman tidurmu ?”
” Orang yang mabuk.” jawab Iblis.
” Siapa tamumu ?” Tanya Rasulullah
” Pencuri.”
” Siapa utusanmu ?” tanya Rasulullah
” Tukang sihir (dukun).” jawab Iblis.

” Apa yang menyenangkan pandangan matamu ?” tanya Rasulullah.
” Orang yang bersumpah dengan talak.” jawab Iblis.
” Siapa kekasihmu ?” tanya Rasulullah.
” Orang yang meninggalkan sholat Jum’at.”
” Apa yang membuat hatimu panas ?” tanya Rasulullah.
” Bila manusia banyak beristighfar kepada Allah, di malam maupun siang hari.”

” Apa yang membuatmu malu dan hina ?” tanya Rasulullah.
” Sedekah secara rahasia.” jawab Iblis.
” Apa yang dapat mengendalikan kepalamu ?” tanya Rasulullah
” Memperbanyak sholat berjamaah.”
” Siapa orang yang paling membahagiakanmu ?” tanya Rasulullah
” Orang yang sengaja meninggalkan sholat.”

” Siapa yang paling celaka menurut engkau ?” Tanya Rasulullah
” Orang2 yang kikir.” Lalu, kata Iblis lagi, ” Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut memakan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.”

” Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka aq adalah temannya.”

” Aq memohon kepada-Nya agar aq punya rumah, maka kamar mandi adalah rumahku. Aq memohon agar punya masjid, maka pasar adalah masjidku. Aq memohon agar punya Al Qur’an, maka syair adalah Al Qur’anku. Aq mohon agar aq punya adzan, maka terompet adalah adzanku. Aq memohon kepada-Nya agar aq punya tempat tidur, maka orang2 yang mabuk adalah tempat tidurku …. ”

Rasulullah berkata kepada Iblils, ” Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat2 dari kitab Allah tentu aq tidak akan membenarkanmu.”

* Petikan dari Syajaratul-Kaun, doktrin tentang pribadi Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha’i Al Andalusia, 17 Ramadhan 560 H – 22 Rabi’ust-Tsani 638 H *

Sumber: buletin-onr.blogspot.com

07 Desember 2009

Renungan

Jika diajukan beberapa pertanyaan berikut ini, kira2 apa jawaban Anda???

1. Apa yang paling DEKAT dengan diri kita di dunia ?
2. Apa yang paling JAUH dari kita di dunia ?
3. Apa yang paling BESAR di dunia ?
4. Apa yang paling BERAT di dunia ?
5. Apa yang paling RINGAN di dunia ?
6. Apa yang paling TAJAM di dunia ?

Jawabannya:
------------------------------------------------------------
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al
Ghozali bertanya....

Pertama,
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab : "orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya".
Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu BENAR.
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah MATI.
Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan
mati (Q.S. Ali Imran 185)

Kedua,

"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid -muridnya menjawab : "negara Cina, bulan, matahari dan
bintang-bintang".
Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu
adalah BENAR.
Tapi yang paling benar adalah MASA LALU.
�Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang
dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Ketiga,
"Apa yang paling besar di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab : "gunung, bumi dan matahari".
Semua jawaban itu BENAR kata Imam Ghozali.
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah NAFSU (Q.S.
Al-A'Raf 179).
Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa
kita ke neraka.

Keempat,
"Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab : "besi dan gajah".
Semua jawaban adalah BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah
MEMEGANG AMANAH (Q.S. Al-Ahzab 72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika
Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga
banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang
amanahnya.

Kelima,

"Apa yang paling ringan di dunia ini?"
Ada� yang menjawab : "kapas, angin, debu dan daun-daunan".
Semua itu BENAR kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini
adalah MENINGGALKAN SHOLAT.
Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat; gara-gara bermesyuarat, kita
meninggalkan sholat.

Dan pertanyaan keenam adalah,

"Apakah yang paling tajam di dunia ini?"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak : "pedang".
BENAR, kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah LIDAH MANUSIA.
Karena melalui lidah, ,manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaan
saudaranya sendiri.


Semoga bermanfaat!!

27 November 2009

Olimpiade Istimewa

Beberapa tahun yang lalu, diadakan sebuah olimpiade khusus untuk orang-orang cacat di Seattle, Amerika Serikat. Saat itu diadakan pertandingan lari jarak pendek 100 meter. Sembilan pelari telah bersiap-siap ditempat start masing-masing.

Ketika pistol tanda pertandingan dinyalakan, mereka semua berlari sekuat tenaga meski tidak tepat berada di garis lintasannya masing-masing, namun semua berlari dengan wajah gembira menuju garis finish dan berusaha untuk memenangkan pertandingan. Kecuali seorang pelari. Seorang anak laki-laki yang tersandung dan jatuh berguling beberapa kali. Dan ia lalu menangis.

Delapan orang pelari yang lain mendengar tangisan anak itu, lalu mereka memperlambat lari merka dan menoleh kebelakang. Mereka semua berbalik dan malah berlarian menuju anak lelaki yang terjatuh ditanah itu.
Semuanya, tanpa terkecuali.

Seorang gadis yang menyandang cacat keterbelakangan mental menunduk, memberikan sebuah ciuman kepadanya dan berkata, “Semoga ini membuatmu merasa lebih baik.” Kemudian kesembilan pelari itu bergandenga tangan, berjalan bersama menyelesaikan pertandingan menuju garis finish.

Seluruh penonton yang ada di stadion berdiri, memberikan salut selama beberapa lama. Mereka yang berada disana saat itu masih saja tak bosan-bosannya memberikan salut tepuk tangan atas kejadian itu.

Tahukah anda mengapa? Karena didalam diri kita masing-masing tahu, bahwa didalam hidup ini tak ada yang lebih berharga daripada kemenangan bagi kita semua, untuk kita bersama. Terkadang kita mesti mengalah untuk kepentingan yang lebih besar, demi kita semua.

Sumber: kartini87.wordpress.com

PUTUS ASA


Pada suatu ketika, iblis mengiklankan bahwa ia akan mengobral perkakas-perkakas kerjanya. Pada hari H, seluruh perkakasnya dipajang untuk dilihat oleh para calon pembeli, lengkap dengan harga jualnya. Seperti kalau kita masuk ke toko hardware, barang-barang yang dijual sungguh-sungguh menarik, dan semua barang kelihatan berguna sesuai dengan fungsinya masing-masing. Harganya pun tidak mahal.
Barang-barang yang dijual antara lain: dengki, iri, tidak jujur, tidak menghargai orang lain, malas, tak tahu terimakasih, dendam, dan lain sebagainya. Di suatu pojok display, ada satu perkakas yang bentuknya sederhana, sudah agak aus, tetapi harganya paling tinggi diantara yang lain.

Salah seorang calon pembeli bertanya, “Ini alat apa namanya?”. Iblis pun menjawab, “Oh, itu namanya putus asa”. “Kenapa harganya mahal sekali, kan sudah aus…?”. “Ya, karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya bisa dengan mudah masuk kedalam hati manusia dengan alat ini dibanding yang lain. Begitu saya berhasil masuk, saya dengan sangat mudah melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia terebut. Tahukah anda kenapa barang ini menjadi aus?, Itu karena saya sering menggunakannya kepada hampir semua orang, karena kebanyakan manusia tidak tahu kalau Putus Asa itu sebenarnya milik saya”.

Sumber: http://galerirohis-smatamhar2.blogspot.com/2009/11/putus-asa.html

Jangan panggil aq KODOK!!



"Ibarat panci dalam tempurung" atau istilah "hanya kodok yang terus menerus asyik berkubang dalam panci walaupun panci itu berisi air mendidih yang panas...".

" kenapa harus menjadi kodok?? lho, kita kan manusia kok dikatain kodok?. benar, protes aja, DEH coz kita kan manusia??. Tapi tw g sech, terkadang perilaku kita mencerminkan watak makhluk lain (sebagian atau menyeluruh, may be!!) baik sadar ataupun g, y kan??.y asal tw aja, yang paling ringan sindirannya mungkin “katak”.(he,he..).

istilah ini cocok bagi siapa saja yang “stagnan” , berdiam diri atau cuek dengan keadaan “bumi” sekarang. Bukan sok sempurna, namun bagaimana kita saling mengingatkan bahwa kita memang bukan “kodok” yang hanya terus menerus merasa adem ayem dengan kehidupan yang semakin lama semakin “bobrok” (GUBRAAAAKK...).

yah....seneng2 aja bagi yang senang dengan jaman modern seperti sekarang ini, berbahagialah!!! SELAMAT BERBAHAGIA aq ucapkan!! Tapi tahu tidak, zaman moderen ini dibungkus dengan zaman jahiliyyah episode baru yang yang lebih kelam banyak kebobrokan yang terjadi. Kl ZAMAN jahiliyyah dulu membunuh bayi perempuan yang telah lahir nah kalo sekarang MEMBUNUH bayi mungil yang baru akan LAHIR. Dulu, memakan DAGING saudaranya sendiri sekarang sama..memakan DAGING juga tapi dibungkus dengan GHIBAH, dulu pakeannya emang keliatan pusar dll sekarang sama buanget..bedanya sekarang “banjir” berbagai merek terkenal (NUDZUBillah..). dulu, PEDANG itu lebih TAJAM nah sekarang??LIDAH itu lebih SANGAT tajam (nyambung g sech??). Whatever, itu hanya contoh kecil, belom yang lain2 lho..yah, sekali lg bagi yang bangga dengan zaman modern ataupun yang adem ayam upz ayem,SELAMAT MENIKMATI!!

Kalo’ mendengar kata “REVOLUSI” apa yang terpikir di kepala? KEKERASAN kah? KEJAHATAN kah?? Atau mungkin PEMBERONTAKan kah?? MUNGKINkah?? atau mungkin..M.U.S.T.A.H.I.L!!!
Up to u, tp tau kah kl kita semua sedang melakukannya namun terkadang sebagian tidak mengetahui keberlangsungannya. Sama seperti diri yang dulu masih ingusan yang mungkin masih nge”dot” cucu sebotol tanpa terasa menjadi seTUA sekarang (wew!). adakah yang mengatakan kalo revolusi itu tidak akan pernah terjadi??


Sumber: http://buletin-onr.blogspot.com/2009/11/jangan-panggil-aq-kodok.html