14 Januari 2011

Foto Pilihan

Ini adalah foto pemenang Pulitzer Prize diambil oleh Kevin Carter tahun 1994 selama kelaparan di Sudan. Gambar ini menggambarkan seorang anak yang sedang kelaparan hampir mati dan berusaha merangkak mendekati Camp makanan PBB yg berjarak 1 kilometer. Sementara itu, di dekatnya ada burung nasar yang siap memangsanya begitu anak kecil itu mati. Gambar itu mengejutkan seluruh dunia. Tak seorang pun tahu apa yang terjadi pada anak ini. Carter meninggalkan anak ini segera setelah dia mengambil foto. Carter berhasil memenangkan US$ 10.000 untuk photo tersebut. Tiga bulan kemudian dia bunuh diri karena mengalami depresi. Mungkin dia menyesal kenapa dia tidak menolong anak itu supaya tetap hidup.  pelajaran penting dari Foto ini adalah :  "JANGAN MENUNDA AMAL BAIK...!!!!"

Garam


Seorang anak benama Rafi, mengeluh kepada ayahnya yang sedang makan di ruang makan, “Ayah, guruku tidak adil, masak si Budi kok yang ditunjuk jadi ketua kelas. Padahal aku adalah anak yang terpintar di kelas, aku juga sering membantu Pak guru. Padahal aku yakin akan menjadi ketua kelas.” keluh Rafi sambil cemberut.

”Begitu ya?” tanya sang ayah, sambil menyelesaikan makannya. ”Rafi anakku, lihatlah sup buatan Ibumu ini, menurutmu apa yang membuat sup ini enak?” tanya ayah.

”Hm....pastinya karena banyak sayurnya, ada dagingnya juga, juga penampilannya yang menggugah selera.” jawab sang anak.

”Jawabanmu benar Rafi, akan tetapi itu bukan faktor yang paling utama yang menjadikan sup ini menjadi enak.” kata ayah.

”lalu apa Ayah?” tanya Rafi penasaran.

”Garam! Tanpa adanya garam semua sayuran, daging, kuah akan terasa hambar. Lalu apakah engkau melihat wujud garam dalam sup ini?” tanya ayah lagi.

”Ya nggak dong Ayah, kan sudah larut dalap sup itu” jawab Rafi.

”Kamu benar, garam dalam sup ini tidak terlihat sama sekali, akan tetapi semua orang mengakui akan keberadaan, dan kemanfaatan dalam sup ini, bahkan di semua masakan, tanpa harus terlihat.” kata ayah sambil menatap mata Rafi.

”Begitu juga dalam kehidupan ini Rafi, kita tidak harus tampak, menonjol, populer di depan banyak orang, akan tetapi yang paling utama adalah ketulusan kita dalam berbuat, beramal, membantu. Jadi, menjadi ketua kelas bukanlah faktor utama, walaupun itu juga bermanfaat, akan tetapi ketulusan hatimu dalam berbuat amal itu yang akan diakui dan dikenang selamanya di hati teman-temanmu.
Maka jadilah engkau seperti garam.”

"dikutip dari pesan sahabat"

12 Januari 2011

Wahn

Nabi bersabda, "Kelak, umat-umat lain akan mengerumuni kalian, bagaikan orang-orang yang lapar mengerumuni hidangan mereka..." Salah seorang bertanya, "Apakah karena jumlah kita sedikit?" Nabi menjawab, "Tidak, pada saat itu, jumlah kalian banyak tetapi kalian seperti buih di tengah lautan, Allah akan menghilangkan rasa takut dari hati musuh kalian, dan Allah akan mencampakkan wahn dalam hati kalian." Salah seorang bertanya, "Apakah wahn itu, ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Mencintai kehidupan, dan membenci akan kematian."  (HR. Abu Dawud dan Ahmad)