15 Februari 2010

The Seven Powers

Sebagaimana Stephen Covey memperkenalkan teori 7 habits dan sekarang sudah menjadi 8 habits, sebenarnya kita bisa menggali nilai-nilai islam secara mendalam untuk menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa. Kekuatan ini haruslah menjadi kesatuan dalam hidup baik untuk diri sendiri, keluarga, dan organisasi.

Setidaknya ada 7 powers (kekuatan) yang akan diterangkan dalam artikel ini, yaitu sebagai berikut:

1. Quwwatul Aqidah (Kekuatan Aqidah)

Aqidah merupakan sumber energi. Dakwah yang pertama kali dilakukannya oleh nabi Muhammad saw adalah pembinaan aqidah. Nabi belum mengajarkan sholat, zakat, dan ibadah lainnya sebelum memperkuat fondasi aqidah terlebih dahulu. Kenapa harus di sebut sebagai quwwatul atau kekuatan? jawabannya karena aqidah pada kenyataannya bersifat floating atau turun naik, sehingga kita memerlukan kekuatan yang sangat kokoh seperti halnya Bilal bin Rabah. Bilal mengalami siksaan yang sangat berat, namun ia tidak merelakan keimanannya terhadap kafir quraisy karena telah memiliki aqidah yang sangat kokoh.

Nabi berkata, “Orang tidak akan mencuri, kalau pada saat mencuri ada iman”. Artinya kalau aqidah sudah tertanam dengan kuat, meskipun ada peluang mencuri seseorang tidak akan jadi mencuri. Lebih jauh lagi, aqidah yang baik akan menghasilkan sikap positif lainnya misalnya amanah, jujur, ramah, dan lain sebagainya. Prinsip aqidah, segala perbuatan yang dilakukan bukan hanya bertanggungjawab pada manusia tapi juga kepada Alloh swt.

2. Quwwatul Ilmu (Kekuatan Ilmu)

Kalau kita ingin maju baik dalam usaha, karir, ataupun hal lainnya, maka mau tak mau harus dengan ilmu. Nabi bersabda, “Barang siapa yang menghendaki dunia dengan baik maka harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menghendaki akhirat dengan baik maka harus pula dengan ilmu”.

Kalau saat ini umat islam bangga dengan jumlah atau populasinya itu sah-sah saja, namun kalau bicara mengenai quwwatul ilmu, kita harus jujur bahwa umat islam masih kalah dibandingkan dengan non muslim. Saudi Arabia yang dilimpahi kekayaan minyak yang luar biasa, teknologi pengelolaan minyaknya masih dikuasai Amerika, begitu pula arsitektur mesjid Medinah ditangani oleh orang Prancis.

3. Quwwatul Ibadah (Kekuatan Ibadah)

Sebagai seorang muslim kita sepakat, bahwa tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Alloh swt. Ibadah memiliki dimensi yang sangat luas, salah satu kriterianya adalah sebuah kegiatan yang kalau dilakukan akan memberikan manfaat bagi diri dan orang lain, perbuatannya sesuai aturan, dan diikat dengan hati yang ikhlas mengharap ridlo Alloh swt.

4. Quwwatul Akhlaq (Kekuatan Akhlaq)

Kaum kafir quraisy yang belum islam (kafir) bahkan memusuhi islam, akhirnya tertarik masuk islam karena keluhuran akhlaq nabi muhammad saw dalam berdakwah. Nabi tidak pernah berbohong, berkhianat dan sikap buruk lainnya. Pada hakikatnya, misi utama nabi muhammad adalah untuk menyempurnakan akhlaq umat manusia.

Contoh sederhana akhlaq mulia ialah menempati janji, berkata tidak dusta, berkata menyenangkan orang lain walaupun dalam mengajak kebaikan dan melarang kemunkaran. Islam sesungguhnya amatlah cantik, indah dan sesuai fitrah manusia seandainya diimplementasikan secara menyeluruh.

5. Quwwatul Istishod (Kekuatan Ekonomi)

Mengembangkan dakwah haruslah ditopang oleh perekonomian yang kuat. Karena bagaimanapun juga setiap aktivitas dakwah memerlukan sarana atau sumber dana. Umat islam dituntut memiliki kekuatan ekonomi, kalaupun harus belajar ke china maka lakukanlah. Sebagaimana sabda nabi, “Carilah ilmu, walaupun ke negeri China”

6. Quwwatus Siyasiyah (Kekuatan Politik atau Bernegara)

Berpolitik haruslah kuat, kewenangan-kewenangan dalam bernegara haruslah dipegang oleh orang islam yang memiliki akiqah yang bagus agar memberikan kontribusi positif terhadap islam. Contoh yang paling konkrit, kenapa mushola di mall letaknya di ground dengan fasilitas yang kurang memadai? Itu karena yang memiliki wewenang di mall bukanlah orang islam tapi orang non islam.

7. Quwwatul Ijtimaiyah (Kekuatan Berkelompok)

Perlu kekuatan berkelompok dalam hal sosial dan kemasyarakatan, sehingga bisa saling memperbaiki hubungan antar sesama muslim dan bahu membahu berjuang menjalankan dakwah islam misalnya memperbaiki fasilitas pendidikan, ketrampilan umat, dan lain sebagainya.

http://www.nasehatislam.com

0 komentar: